Mengapa Indonesia Tidak Memiliki Empat Musim?

Cuaca & Iklim Diunggah 05 Juni 2026

Deskripsi

1 menit lebih paham tentang pergantian musim. Oke, jadi bumi kita itu berputar pada porosnya. Gerakan ini kita sebut sebagai gerak rotasi. Inilah yang menyebabkan terjadinya siang dan malam. Nah, ternyata poros bumi kita itu memiliki kemiringan sekitar 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya. Pada saat yang bersamaan, bumi kita juga bergerak mengitari matahari. Karena kemiringan tadi, sekitar bulan Juni, Juli, hingga Agustus, belahan bumi utara itu terpapar matahari lebih lama sehingga terjadilah musim panas di utara. Terus sekitar bulan Desember, Januari hingga Februari, belan bumi selatanlah yang akan menerima cahaya matahari lebih lama sehingga di utara terjadi musim dingin. Nah, di antara dua siklus ini terdapat dua posisi yang kita sebut sebagai equinox, yaitu ketika belahan bumi utara dan belahan bumi selatan terpapar matahari dengan durasi yang sama. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Ya, well, Indonesia itu terletak di Katulistiwa sehingga kita menerima sinar matahari sepanjang tahun dalam durasi yang relatif sama yaitu sekitar 12 jam. Oleh karena itu, wilayah Indonesia tidak punya musim dingin yang memungkinkan turuninnya salju seperti di lintang yang lebih tinggi. Walaupun Indonesia hanya mengalami musim penghujan atau musim kering saja, ternyata dinamika atmosfer di Indonesia itu cukup kompleks. Bahkan jadi salah satu yang paling kompleks di dunia. Karena banyak sekali interaksi timbal balik antara laut dan atmosfer di dalamnya. Salah satu fenomena musim yang paling terkenal adalah monsun. Ketika musim dingin di belahan bumi utara, udara bergerak dari Asia melewati lautan tropis menuju Indonesia. lalu mengangkut uap-uap udara dari laut yang hangat dan jatuh di Indonesia sebagai hujan sehingga Indonesia mengalami musim hujan. Sebaliknya ketika musim dingin di selatan, udara dari benua Australia yang lebih kering akan mengalir ke Asia sehingga udara di Indonesia akan jadi lebih kering dan terjadilah kemarau. Until next time~ ADH

Komentar & Diskusi